Idul Adh-ha 1428H Jatuh Pada 19 Desember 2007

December 11, 2007
Eid al-adha Hari Raya High Judiciary Council High Judiciary Council of Saudi Arabia Muhammad bin Al Amir Muhammad bin Sulaiman Al Badr Nasir bin Ibrahim Al Habib Saleh bin Muhammad Al Lehaidan Saudi Arabia

Keputusan resmi dan pengumuman dari Saudi Arabia bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1428H jatuh pada tanggal 10 Desember 2007 dan insya Allah kaum muslimin akan melaksanakan haji di padang ‘Arafah (9 Dzulhijjah) pada hari Selasa 18 Desember 2007. Dengan demikian kaum muslimin seluruhnya akan melaksanakan ‘Idul Adh-ha pada tanggal 19 Desember 2007. Agar lebih jelas, berikut terjemahan oleh Staf Teknis Urusan Haji Konsulat Jenderal RI Jeddah1 :

 

_

Pada hari ini, Majelis Qadha’ Tertinggi telah mengeluarkan pengumuman sebagai berikut :

Alhamdulillah. Salawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad , dan kepada keluarga serta sahabatnya. Bahwa secara hukum syariah Majelis Qadha’ Tertinggi telah menetapkan masuknya bulan Dzulhijjah tahun ini 1428 H pada malam Senin tanggal 10 Desember 2007 M berdasarkan kesaksian sejumlah saksi yang adil dan dipercaya. Dengan demikian Wukuf di Arafah jatuh pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2007 M dan hari raya idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2007 M.

Majelis Qadha Tertinggi dengan mengumumkan hal ini kepada segenap umat muslimin, memohon kepada Alllah SWT agar melepaskan umat muslimin dari segala kesusahan, dan menjauhkan mereka dari segala musibah dan cobaan, memberikan kemudahan bagi para jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji, mengampuni dosa-dosa kita semua, dan menerima amal ibadah umat muslimin di manapun berada, memaafkan kesalahan-kesalahan mereka, menyatukan mereka dalam hidayah, mempererat hubungan sesama mereka, menganugerahkan mereka agar dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, dan menguatkan mereka dengan kebenaran serta menegakkan kebenaran dengan mereka. Sesungguhnya ia (Allah) Maha mendengar dan Maha mengabulkan doa.

Salawat kepada Nabi kita Muhammad, dan kepada keluarga serta sahabatnya.

Majelis Qadha’ Tertinggi dengan anggota tetapnya :

  1. Nasir bin Ibrahim Al Habib (anggota)
  2. Ghaihib bin Muhamad Al Ghaihib (anggota)
  3. Muhammad bin Al Amir (anggota)
  4. Muhammad bin Sulaiman Al Badr (anggota)
  5. Saleh bin Muhammad Al Lehaidan (Ketua Majelis)

Himbauan dari kami: Mari kita rayakan bersama secara serempak dengan seluruh saudara-saudara kita di dunia ‘idul adh-ha tahun ini pada tanggal 19 Desember nanti (lihat update dibagian akhir tulisan ini). Hal ini disebabkan karena yang menjadi acuan (sebagaimana perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah Wukuf di ‘Arafah. Wallahu a’lam. Ini pula yang diserukan oleh fatwa-online.com, perhatikan kutipannya2 berikut:

Official Decision and Announcement of the High Judiciary Council of Saudi Arabia…

Just a short time ago, Fatwa-Online was informed of the official decision and announcement of the High Judiciary Council (HJC) of Saudi Arabia that since the moon of Dhul-Hijjah was sighted this evening here in Saudi Arabia, we shall be completing twenty nine (29) days of Dhul-Qi’dah, inshaa.-Allaah.

Subsequently, 1 Dhul-Hijjah 1428 will be tomorrow, Monday 10 December 2007, and the Muslims performing Hajj will be in ‘Arafah on Tuesday 18 December 2007 (9 Dhul-Hijjah 1428), and the Muslim Ummah shall be celebrating ‘Eed al-Adhaa on Wednesday 19 December 2007, (10 Dhul-Hijjah 1428), inshaa.-Allaah.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi Hari Raya nanti. Baca kembali kategori Hari Raya dari almanhaj.or.id, dan bagi muslimah anda dapat membaca bekal yang telah disiapkan untuk anda dalam berhari raya oleh muslimah.or.id.

UPDATE (15 Desember 2007): Kami ingin meralat himbauan kami. Walaupun seharusnya demikian (Idul Adh-ha itu mengacu berdasarkan wukuf sebagaimana tekstual hadits), dalam rangka menjaga persatuan dan kemaslahatan yang juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wasiatkan, maka kami himbau kepada anda sekalian untuk berhari raya bersama pemerintah. Silahkan baca uraian yang singkat dan memuaskan mengenai ini.


Catatan Kaki:

  1. Kami dapatkan dari detik.com []
  2. Perhatikan penggunaan kata Muslim Ummah pada bagian terakhir. Sumber: Fatwa Online []
comments powered by Disqus