Menyambut Idul Adha | Aplikasi Android Resmi Program BISA | Yuk Berhijrah

August 21, 2017

Menyambut Idul Adha

Kita sudah berada di penghujung bulan Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah sudah di depan mata. Di dalamnya ada sesuatu yang istimewa bagi kaum Muslimin, yaitu hari raya Idul Adha, yang merupakan hari ber-qurban, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

"Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih" (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1440).

Tentu menyambut sesuatu yang spesial perlu persiapan yang spesial, diantaranya persiapan ilmu untuk menyambutnya. Website almanhaj.or.id menyediakan pemaparan singkat mengenai bagaimana menyambut hari raya dalam Islam.

Dibahas di dalamnya:

  • Pengertian hari raya
  • Cara melaksanakan shalat Id
  • Mandi hari raya
  • Makan pada hari raya
  • Berhias pada hari raya
  • Sunnah-sunnah di hari raya

Selengkapnya simak artikel: http://situssunnah.com/articles/menyambut-hari-raya

Aplikasi android resmi dari program BISA

Tentu kita tidak asing lagi dengan program BISA, yang di gagas oleh Ustadz Khairul Umam, BA. Program BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab) adalah program kursus non formal jarak jauh yang diluncurkan sebagai bagian dari cita-cita untuk sebanyak mungkin membantu umat Islam agar bisa "melek" ilmu islam & bahasa Arab di tengah-tengah kesibukan dalam menjalani aktivitas keseharian masing-masing.

Program bisa kini semakin maju dan berkembang. Alhamdulillah.. Kini hadir aplikasi android resmi program BISA yang memuat konten BISA lengkap dalam format PDF, video, audio, gambar, dan kuis. Aplikasi ini ditujukan untuk hampir semua program Yayasan BISA yang mencakup belajar ilmu sharaf, nahwu, percakapan, hafalan hadits, dll.

Pada persi release yang pertama ini baru dilengkapi beberapa fitur utama. Aplikasi tersebut diklaim akan dikembangkan lebih lanjut untuk diperlengkap lagi dengan fitur-fitur tambahan.

Bagi yang ingin mencoba silakan unduh saja di play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bisa.mobile

Yuk Segera Berhijrah!

Hijrah, kata yang sedang trend. Trend baik tentunya. Secara etimologi, hijrah adalah lawan dari kata washal (bersambung). Berhijrah maksudnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Siapa sih yang tidak punya masa silam yang jelek. Ada yang dulu bermaksiat kecil-kecilan, hingga dosa besar pun diterjang seperti berawal dari pacaran hingga berzina, salah bergaul akhirnya jadi pecandu miras dan narkoba, hingga menjadi anak yang sangat durhaka pada orang tua. Mungkinkah sekarang berhijrah dan taubatnya diterima? Jawabnya, mungkin saja.

Kenapa kita mesti hijrah? Karena pada dasarnya kita diciptakan memang untuk beribadah kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Maka manusia ideal tentu saja yang merealisasikan tujuan penciptaannya di atas. Ia menjalankan yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jika tidak mampu ideal, maka dekati ideal. Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata,

إِنّمَا النَّاسُ كَالإِبْلِ المِائَةِ لاَ تَكَادُ تَجِدُ فِيْهَا رَاحِلَةٌ

"Sesungguhnya manusia seperti unta sebanyak seratus, hampir-hampir tidaklah engkau dapatkan di antara unta-unta tersebut, seekor pun yang layak untuk ditunggangi." (HR. Bukhari, no. 6498)

Maksud hadits, tak ada memang yang sempurna. Namun tetap memang ada yang mendekati ideal atau kesempurnaan.

Bagaimana cara berhijrah? Hijrahnya dari maksiat haruslah memenuhi lima syarat: (1) ikhlas dalam taubat, (2) menyesal, (3) berhenti dari maksiat, (4) bertekad tidak mengulangi maksiat tersebut di masa akan datang, (5) bertaubat di waktu diterimanya taubat yaitu sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya dan sebelum nyawa sampai di kerongkongan.

Lalu apa yang dilakukan setelah berhijrah? Setelah hijrah, maka perjuangan selanjutnya adalah istiqamah. Kiat agar bisa terus istiqamah adalah:

  1. Harus dimulai dengan niatan yang ikhlas.
  2. Meninggalkan maksiat dahulu yang dilakukan.
  3. Bertekad untuk jadi lebih baik.
  4. Mencari lingkungan bergaul yang baik.
  5. Berusaha terus menambah ilmu lewat majelis ilmu.
  6. Memperbanyak doa.

Lalu kapan sebaiknya kita berhijrah? Penasaran? Simak artikel lengkapnya di: http://situssunnah.com/articles/yuk-segera-berhijrah

comments powered by Disqus